Nama : Dewi Arum Anandita
NPM : 12213286
Kelas :1EA12
JAWA TENGAH
Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa
Baratdi sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa
Timur di sebelah timur, dan Laut
Jawa di
sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau
Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa
Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.
Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga
mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai
"jantung" budaya Jawa. Meskipun
demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang
berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat.
Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia
yang tersebar di seluruh provinsi ini.
Sejarah
Jawa Tengah sebagai
provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905,
Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakniSemarang, Kudus, Kedu, Banyumas, dan Pekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland)
yang berdiri sendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimana Yogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas
kabupaten-kabupaten. Waktu itu Kudus Gewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.
Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dan
dibentuk Dewan Daerah.
Selain itu juga dibentukgemeente (kotapraja) yang otonom, yaitu Pekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang.
Sejak tahun 1930,
provinsi ditetapkan sebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale
Raad). Provinsi terdiri atas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa
kabupaten (regentschap), dan dibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district).
Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5 karesidenan, yaitu: Pekalongan, Kudus-Rembang,
Semarang, Banyumas, dan Kedu.
Menyusul kemerdekaan
Indonesia, pada tahun 1945 Pemerintah membentuk daerah swapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan.
Pada tahun 1950 melalui Undang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan
kotamadya di Jawa Tengah yang meliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan
Undang-undang tersebut hingga kini diperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa
Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.
Relief
Menurut tingkat kemiringan
lahan di Jawa Tengah, 38% lahan memiliki kemiringan 0-2%, 31% lahan memiliki
kemiringan 2-15%, 19% lahan memiliki kemiringan 15-40%, dan sisanya 12% lahan
memiliki kemiringan lebih dari 40%.
Kawasan pantai utara Jawa
Tengah memiliki dataran rendah yang sempit. Di kawasan Brebes selebar 40 km dari pantai, dan di Semarang hanya selebar 4 km. Dataran ini bersambung
dengan depresi Semarang-Rembang di timur. Gunung Muria pada akhir Zaman Es (sekitar 10.000 tahun SM) merupakan pulau
terpisah dari Jawa, yang akhirnya menyatu karena terjadi endapan aluvial dari
sungai-sungai yang mengalir. Kota Demak semasa Kesultanan Demak (abad ke-16 Masehi) berada di tepi laut
dan menjadi tempat berlabuhnya kapal. Proses sedimentasi ini sampai sekarang
masih berlangsung di pantai Semarang.
Di selatan kawasan tersebut
terdapat Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng, yakni
pegunungan kapur yang membentang dari sebelah timur Semarang hingga Lamongan (Jawa
Timur).
Rangkaian utama pegunungan
di Jawa Tengah adalah Pegunungan Serayu Utara dan Serayu Selatan. Rangkaian
Pegunungan Serayu Utara membentuk rantai pegunungan yang menghubungkan
rangkaian Bogor di Jawa Barat dengan Pegunungan Kendeng di timur. Lebar
rangkaian pegunungan ini sekitar 30-50 km; di ujung baratnya terdapat Gunung Slamet dan bagian timur merupakanDataran Tinggi Dieng dengan
puncak-puncaknya Gunung Prahu dan Gunung Ungaran. Antara rangkaian Pegunungan Serayu Utara dan
Pegunungan Serayu Selatan dipisahkan oleh Depresi Serayu yang membentang dari Majenang (Kabupaten Cilacap), Purwokerto, hingga
Wonosobo. Sebelah timur depresi ini terdapat gunung berapi Sindoro dan Sumbing, dan sebelah timurnya lagi (kawasan Temanggung dan
Magelang) merupakan lanjutan depresi yang membatasi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pegunungan Serayu Selatan merupakan
pengangkatan zone Depresi Bandung.
Kawasan pantai selatan Jawa
Tengah juga memiliki dataran rendah yang sempit, dengan lebar 10-25 km.
Perbukitan yang landai membentang sejajar dengan pantai, dari Yogyakarta hingga
Cilacap. Sebelah timur Yogyakarta merupakan daerah pegunungan kapur yang
membentang hingga pantai selatan Jawa Timur.
Demografi
Jumlah penduduk Provinsi
Jawa Tengah adalah 32.380.687 jiwa terdiri atas 16.081.140 laki-laki dan
16.299.547 perempuan. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (1,732 juta jiwa), Kabupaten Cilacap (1,644 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,553
juta jiwa).
Sebaran penduduk umumnya
terkonsentrasi di pusat-pusat kota, baik kabupaten ataupun kota. Kawasan
permukiman yang cukup padat berada di daerah Semarang Raya (termasuk Ungaran
dan sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kendal), daerah Salatiga Raya (
termasuk wilayah Ambarawa, Bringin, Kopeng, Tengaran dan Suruh), Solo Raya (termasuk sebagian wilayah Kabupaten
Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali), serta Tegal-Brebes-Slawi.
Pertumbuhan penduduk
Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,67% per tahun. Pertumbuhan penduduk tertinggi
berada di Kabupaten Demak (1,5% per tahun), sedang yang terendah adalah Kota
Pekalongan (0,09% per tahun).
Dari jumlah penduduk ini,
47% di antaranya merupakan angkatan kerja. Mata pencaharian paling banyak
adalah di sektor pertanian (42,34%), diikuti dengan perdagangan (20,91%), industri(15,71%), dan jasa (10,98%).
Suku
Komposisi
etnis Jawa Tengah pada tahun 2000
|
|
Etnis
|
Jumlah
(%)
|
97,96
|
|
1,05
|
|
0,54
|
|
0,05
|
|
0,05
|
|
0,03
|
|
0,02
|
|
0,02
|
|
0,02
|
|
0,01
|
|
0,01
|
|
Lain-lain
|
0,24
|
Sumber: Sensus Penduduk Tahun 2000[7]
|
|
Mayoritas penduduk Jawa
Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat
budaya Jawa, di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih
berdiri hingga kini.
Suku minoritas yang cukup
signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan
meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya mereka bergerak di
bidang perdagangan dan jasa. Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa,
dan banyak di antara mereka yang menggunakan Bahasa Jawa dengan logat yang
kental sehari-harinya.
Selain itu di beberapa
kota-kota besar di Jawa Tengah ditemukan pula komunitas Arab-Indonesia. Mirip dengan komunitas Tionghoa, mereka
biasanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa.
Di daerah perbatasan dengan
Jawa Barat terdapat pula orang Sunda yang sarat akan budaya
Sunda, terutama di wilayah Cilacap, Brebes, dan Banyumas. Di pedalaman Blora
(perbatasan dengan provinsi Jawa Timur) terdapat komunitas Samin yang
terisolir, yang kasusnya hampir sama dengan orang Kanekesdi Banten.
Bahasa
Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian
besar menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa
sehari-hari. Bahasa Jawa Dialek Solo-Jogja dianggap sebagai Bahasa Jawa
Standar.
Di samping itu terdapat
sejumlah dialek Bahasa Jawa; namun secara umum terdiri dari dua, yakni kulonan dan timuran. Kulonan dituturkan
di bagian barat Jawa Tengah, terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal;
dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan Bahasa Jawa
Standar. SedangTimuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah,
di antaranya terdiri atas Dialek Solo, Dialek Semarang. Di antara perbatasan
kedua dialek tersebut, dituturkan Bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek;
daerah tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu.
Di wilayah-wilayah
berpopulasi Sunda, yaitu di kabupaten Brebes bagian selatan, dan kabupaten
Cilacap utara sekitar kecamatan Dayeuhluhur, orang Sunda
masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.
Berbagai macam dialek yang
terdapat di Jawa Tengah :
- dialek Pekalongan
- dialek Kedu
- dialek Bagelen
- dialek Semarangan (Kota Semarang)
- dialek Kudus
- dialek Blora
- dialek Surakarta
- dialek Yogyakarta
- dialek Madiun
- dialek Banyumasan (Ngapak)
- dialek Bandek
- dialek Tegal-Brebes
Agama
88%
|
||
7%
|
||
Kristen
|
2%
|
|
1%
|
||
0.5%
|
||
Lainnya
|
0.6%
|
Sebagian besar penduduk
Jawa Tengah beragama Islam dan sebagian masih mempertahankan
tradisi Kejawen yang dikenal dengan istilahabangan.
Agama lain yang dianut
adalah Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Kong Hu Cu, dan puluhan aliran kepercayaan. Penduduk Jawa
Tengah dikenal dengan sikap tolerannya. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah
satu provinsi dengan populasi umat Kristen dan Katolik terbesar di Indonesia.
Sebagai contoh di daerah Muntilan, Kabupaten Magelang banyak
dijumpai penganut agama Katolik, dan dulunya daerah ini merupakan salah satu
pusat pengembangan agama Katolik di Jawa. Di lain daerah, suatu desa di
kecamatan Sumpiuh, Banyumas, 100%
penduduknya beragama Islam.
Terdapat pula orang-orang
keturunan Yahudi dan menganut agama Yahudi di Jawa Tengah yang jumlahnya sangat
sedikit sekali. Mereka ada di wilayah Semarang, Cilacap, Solo, dan Brebes.
Mereka umumnya adalah Yahudi keturunan Belanda pada zaman kolonial.
Perekonomian
Pertanian merupakan sektor
utama perekonomian Jawa Tengah, dimana mata pencaharian di bidang ini digeluti
hampir separuh dari angkatan kerja terserap.
Kawasan hutan meliputi
20% wilayah provinsi, terutama di bagian utara dan selatan. Daerah
Rembang,Blora-Grobogan merupakan penghasil kayu jati. Jawa Tengah juga terdapat
sejumlah industri besar dan menengah. Daerah Semarang-Ungaran-Demak-Kudus
merupakan kawasan industri utama di Jawa Tengah. Kudus dikenal
sebagai pusat industri rokok. Di Cilacap dan Rembang terdapat industri semen.
Blok Cepu di pinggiran Kabupaten Blora (perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah)
terdapat cadangan minyak bumi yang cukup signifikan,
dan kawasan ini sejak zaman Hindia Belanda telah lama dikenal sebagai daerah tambang
minyak.
Pendidikan Tinggi
Jawa Tengah memiliki
sejumlah perguruan tinggi terkemuka, terutama di kota Semarang dan Surakarta.
Perguruan tinggi negeri meliputi: Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes),
dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Walisongo di Semarang; Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Agama Islam Negeri(Stain) Salatiga, dan Institut Seni Indonesia di
Surakarta, serta Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
di Purwokerto
Sedangkan universitas
swasta di Jawa Tengah antara lain Universitas Semarang (USM)
yang didirikan oleh Yayasan AlumniUniversitas Diponegoro (Undip),Universitas
17 Agustus 1945 Semarang (UNTAG), Universitas Dian Nuswantoro Semarang
(UDINUS), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
di Salatiga, Universitas Islam Sultan Agung (Unissula)
dan Unika Soegijapranata di Semarang, STIE Bank BPD Jateng, Universitas Muhammadiyah
Surakarta, Universitas Muhammadiyah Magelang, Universitas
Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Semarang ( UNIMUS
), Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), Universitas Pekalongan UNIKAL, Universitas
Panca Sakti di Tegal, Universitas Muhadi Setiabudi di
Brebes, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdathul Ulama (STAINU) Kebumen, serta
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STAINU) Putra Bangsa di Kebumen
Selain itu juga terdapat
Akademi Angkatan Darat (AAD) dan SMA Taruna Nusantara di Magelang serta Akademi Kepolisian di
Semarang. LPLP Tutuko adalah
lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta)
Pariwisata
Jawa Tengah banyak terdapat
obyek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang memiliki sejumlah bangunan
kuno. Obyek wisata lain di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah)[10] , Museum Jawa Tengah Ranggawarsita[11] dan Museum Rekor Indonesia (MURI).[12] Kota Jeparaterdapat
sejumlah bangunan kuno yaitu: Candi Angin, Masjid Mantingan, Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Benteng Portugis Banyumanis, Benteng VOC,Museum R.A Kartini.[13]
Salah satu kebanggaan
provinsi ini adalah Candi Borobudur, yakni monumen Buddha terbesar
di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang.[14] Candi Mendut dan Candi Pawon juga terletak dalam satu kawasan dengan
Borobudur.[15]
Candi Prambanan di Klaten merupakan kompleks candi Hindu terbesar
di Indonesia.[16] Di kawasan Diengterdapat kelompok
candi-candi Hindu, yang diduga dibangun sebelum era Mataram Kuno.[17] Kompleks candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang.[18] Di kawasan kecamatanKeling tepatnya di desa Tempur terdapat Candi Angin.
Surakarta dipandang sebagai salah satu pusat kebudayaan
Jawa, dimana di kota ini terdapat KeratonKasunanan dan Pura Mangkunegaran. Obyek wisata menarik di timur kota ini adalah
beberapa wisata air terjun seperti Air Terjun Jumog, serta yang terkenal adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Adapula
candi-candi peninggalan Majapahit yang ketiganya terletak di Kabupaten Karanganyar; serta Museum Fosil Sangiranyang
terletak di Jalan Solo-Purwodadi tepatnya Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Di bagian selatan wilayah Surakarta, Kabupaten Wonogiri terdapat
beberapa wisata air, seperti Waduk Gajah Mungkur, serta Pantai Nampu dan Pantai
Sembukan dengan hamparan tebing dan pasir putihnya.
Bagian selatan Jawa Tengah
juga menyimpan sejumlah obyek wisata menarik, di antaranya Goa Jatijajar,Goa Petruk,
[Pantai Menganti]], Benteng Van Der
Wijck dan Pantai
Karangbolong di Kabupaten Kebumen, serta Baturraden di Kabupaten Banyumas. Di
bagian utara terdapat Obyek Wisata Guci di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal; serta Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan 'kota batik'.
Kawasan pantura timur
banyak menyimpan wisata religius. Masjid Agung Demak yang didirikan pada abad
ke-16 merupakan bangunan artistik dengan paduan arsitektur Islam dan Hindu. Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kawasan pantura timur
terdapat 3 makam wali sanga, yakni Sunan Kalijaga di
Demak, Sunan Kudus di kota Kudus, dan Sunan Muria di Kabupaten Kudus.
Jawa Tengah dilalui beberapa ruas jalan nasional, yang
meliputi jalur pantura (menghubungkan
Jakarta-Semarang-Kudus-Surabaya-Banyuwangi), jalur Tegal-Purwokerto, jalur
lintas selatan (menghubungkan Bandung-Yogyakarta-Surakarta-Madiun-Surabaya),
serta jalur Semarang-Solo. Losari, pintu
gerbang Jawa Tengah sebelah barat dapat ditempuh 3,5 - 4 jam
perjalanan dari Jakarta. Saat ini sedang dibangun ruas Jalan Tol Semarang-Solo yang
menghubungkan Kota Semarang dan Solo, melalui Ungaran, Salatiga, Boyolali
hingga Solo, sehingga mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar kegiatan
perekonomian.[20]
Jawa Tengah merupakan provinsi yang pertama kali
mengoperasikan jalur kereta api, yakni pada tahun 1867 di Semarang dengan
rute Samarang-Tanggung yang berjarak 26 km, atas permintaan Raja Willem I untuk
keperluan militer di Semarang maupun hasil bumi ke Gudang Semarang.[21] Saat
ini jalur kereta api yang melintasi Jawa
Tengah adalah lintas utara (Jakarta-Semarang-Surabaya), lintas selatan
(Bandung-Yogyakarta-Surabaya), jalur Kroya-Cirebon, dan jalur
Solo-Gundih-Semarang. Jalur kereta Solo-Wonogiri yang telah lama mati
dihidupkan kembali pada tahun2005.
Jalur lain yang diaktifkan kembali adalah jalur rel Kedungjati - Ambarawa yang
menghubungkan stasiun Bringin, stasiun Tuntang
Salatiga dan berakhir di stasiun Ambarawa.
Dari stasiun Ambarawa dapat berlanjut sampai stasiun Bedono pada
tahun 2015 mendatang. [22]
Untuk transportasi udara, Bandara Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Adi Sumarmo di Boyolali merupakan
bandara komersial yang paling penting di Jawa Tengah. Selain itu juga terdapatBandara
Dewandaru di Jepara (Kec. Karimunjawa), Bandara Tunggulwulung di Cilacap dan Bandara Wirasaba di
Purbalingga. Penerbangan Jakarta-Semarang atau Jakarta-Surakarta dapat ditempuh
dalam waktu 45-50 menit.
Komunikasi dan Media Massa
Semarang, Surakarta, Purwokerto, dan Tegal
merupakan kota-kota yang memiliki stasiun relay televisi swasta nasional.
Beberapa stasiun televisi lokal di Jawa Tengah adalah TV Borobudur, Pro-TV, Cakra Semarang TV dan TVKU (di Semarang); Simpang 5 TV (di
Pati); TATV (di Surakarta); SOLO TV (di Surakarta) dan (di
Salatiga); Salatiga TV (di
Salatiga); TegalTV (di Tegal); Ratih TV(di
Kebumen); Batik TV (di
Pekalongan); dan Banyumas TV (di Banyumas).
Suara Merdeka, harian yang terbit dari Semarang,
adalah surat kabar dengan sirkulasi tertinggi di Jawa Tengah[rujukan?]; harian ini juga
memiliki edisi lokal Suara Pantura dan Suara Solo.
Di samping itu terdapat koran jaringan Jawa Pos Group, baik yang terbit bersama
induknya Jawa Pos (Radar Solo, Radar Jogja, Radar
Semarang, dan Radar Kudus) maupun yang terbit sendiri (Meteor, Solo Pos, Radar Tegal, Radar Banyumas, Joglosemar).
Selain itu terdapat juga jaringan baru surat kabar yaitu Radar Pos di kota Salatiga dan
beberapa biro di kota Semarang dan kotaSolo disamping dahulu
terdapat Salatiga Pos, Solopos Salatiga Raya, Gerbang Metro Salatiga (Suara
Merdeka) dan Hati Beriman Majalah milik Pemkot Salatiga
Narasumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah